Berita
ITB Tanamkan Teknologi AI dalam Fitur Terbaru JDIH
PRFMNEWS - Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Institut Teknologi Bandung (JDIH ITB) memasuki tahap pengembangan baru pada 2025. ITB meluncurkan empat fitur terbaru yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus membuka peluang partisipasi publik yang lebih luas.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan sivitas akademika dan masyarakat akan akses informasi hukum yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau.
Kepala Bagian Administrasi Tata Laksana Birokrasi dan Sistem Informasi Biro Administrasi Umum ITB, Puji Subakti, S.T., M.Kom. menyampaikan bahwa pembaruan tersebut penting agar JDIH ITB tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pengguna.
Menurutnya, sistem informasi hukum saat ini tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen, tetapi juga perlu mendukung pencarian informasi yang lebih cerdas, interaktif, dan mudah digunakan. Pembaruan JDIH ITB juga didorong oleh lonjakan jumlah pengunjung yang meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Hingga 2025, jumlah kunjungan telah melampaui 500.000 kali, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transparansi dan akses informasi hukum kampus," ujarnya. Berikut 4 fitur baru JDIH ITB yang menggabungkan pelayanan dan kontribusi pengguna: 1. Fitur Pelayanan: Pencarian AI dan Chat Bot Cerdas Fitur pelayanan berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna dalam mengakses dokumen hukum, meliputi:
Pencarian berbasis Artificial Intelligence (AI) Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan dokumen hukum tidak hanya berdasarkan kata kunci literal, tetapi juga makna, konteks, serta hubungan antaristilah. Pengguna dapat memperoleh hasil pencarian yang lebih akurat, relevan, dan sesuai kebutuhan, terutama ketika berhadapan dengan bahasa hukum yang kompleks. Chat Bot berbasis AI yang interaktif Pengunjung dapat mengajukan pertanyaan terkait dokumen hukum, proses pencarian, maupun penggunaan aplikasi. Chat Bot akan memberikan jawaban otomatis secara cepat. Jika dibutuhkan layanan lebih spesifik, tersedia opsi untuk terhubung langsung dengan tim pengelola JDIH ITB sehingga layanan menjadi lebih personal.
Kedua fitur ini dihadirkan untuk mengurangi hambatan teknis bagi pengguna, terutama mereka yang tidak memiliki latar belakang hukum, serta untuk mempercepat proses temu balik informasi. 2. Fitur Kontribusi: Unggah Dokumen dan Usulan Pengembangan Pada kategori kontribusi, pengguna diberikan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem dokumentasi hukum ITB melalui: Fitur Kontribusi Dokumen Hukum Pengguna dapat mengunggah dokumen hukum yang relevan dan belum tercantum dalam basis data.
Langkah ini penting untuk menjaga kelengkapan dokumentasi ITB seiring dinamika regulasi kampus yang terus berkembang. Fitur Usulan Fitur dan Saran Pengembangan Pengunjung dapat memberikan masukan terkait peningkatan tampilan, performa, koreksi konten, atau ide penambahan fasilitas baru. Masukan ini diterima secara terstruktur sehingga memudahkan pengelola dalam merancang pengembangan berkelanjutan. Puji menyampaikan bahwa pembaruan ini merupakan bagian dari roadmap pengembangan JDIH ITB dalam beberapa tahun ke depan.
ITB berkomitmen untuk terus menghadirkan sistem dokumentasi hukum yang tidak hanya informatif, tetapi juga kolaboratif dan adaptif. Dengan pemutakhiran ini, JDIH ITB menegaskan perannya sebagai platform digital yang mendorong literasi hukum, memperkuat tata kelola, dan memastikan masyarakat memperoleh akses informasi hukum secara lebih cepat, terpercaya, dan mudah digunakan.***



